perkembangan jumlah pasien rumah sakit hanafi
MUARA BUNGO, bungopos.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H Hanafie Muara Bungo menghadapi lonjakan jumlah pasien dalam beberapa tahun terakhir. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bungo menunjukkan total pasien yang menjalani perawatan berdasarkan jenis penyakit meningkat tajam, dari 1.798 pasien pada 2021 menjadi 13.731 pasien pada 2024.
Artinya, dalam kurun waktu empat tahun, jumlah pasien meningkat lebih dari tujuh kali lipat.
Data tersebut tercantum dalam publikasi Kabupaten Bungo Dalam Angka 2025, yang memuat perkembangan jumlah pasien menurut jenis penyakit di RSUD H Hanafie Muara Bungo.
Kepala BPS Kabupaten Bungo, Ardiansyah, mengatakan angka tersebut menggambarkan semakin besarnya beban pelayanan kesehatan yang harus ditangani rumah sakit rujukan terbesar di Kabupaten Bungo.
"Data ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pelayanan kesehatan di rumah sakit. Namun data statistik ini tidak serta-merta menunjukkan bahwa masyarakat semakin banyak sakit. Angka tersebut juga dapat dipengaruhi oleh meningkatnya akses pelayanan kesehatan, sistem pencatatan yang semakin baik, serta bertambahnya pemanfaatan fasilitas rumah sakit oleh masyarakat," kata Ardiansyah.
Meski demikian, pola penyakit yang muncul dalam data tersebut memberikan gambaran menarik mengenai tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bungo.
Kasus Kecelakaan TertinggiDi luar kelompok penyakit lain-lain, kasus kecelakaan menjadi penyebab perawatan terbanyak selama beberapa tahun terakhir.
Pada 2021 tercatat 285 pasien akibat kecelakaan. Jumlah itu melonjak menjadi 820 pasien pada 2022, meningkat lagi menjadi 950 pasien pada 2023, sebelum turun menjadi 725 pasien pada 2024.
Meskipun menurun pada 2024, jumlah tersebut masih jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi empat tahun sebelumnya.
Menurut Ardiansyah, tingginya kasus kecelakaan menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat upaya keselamatan berlalu lintas dan pencegahan kecelakaan kerja.
Penyakit Paru Terus Meningkat
Perhatian lain tertuju pada kelompok TBC dan penyakit paru-paru lainnya.
Jumlah pasien meningkat cukup signifikan dari 141 orang pada 2021, menjadi 222 pasien pada 2022, lalu melonjak hingga 900 pasien pada 2023, dan kembali naik menjadi 1.059 pasien pada 2024.
Kondisi tersebut menjadikan penyakit paru sebagai salah satu kelompok penyakit dengan tren kenaikan paling konsisten.
Di sisi lain, kelompok bronkitis menahun, emfisema, dan asma juga masih menjadi penyumbang pasien dalam jumlah besar.
Pada 2022 tercatat 673 pasien, turun menjadi 143 pasien pada 2023, namun kembali meningkat menjadi 496 pasien pada 2024.
Diare dan Demam Berdarah Masih MengancamPenyakit infeksi juga belum sepenuhnya terkendali.
Kasus diare meningkat dari 115 pasien pada 2022 menjadi 192 pasien pada 2023, lalu kembali naik menjadi 263 pasien pada 2024.
Sementara itu, demam berdarah dengue (DBD) yang sempat menurun pada 2023 menjadi 75 pasien, kembali meningkat menjadi 128 pasien pada 2024.
Data tersebut menunjukkan penyakit berbasis lingkungan dan sanitasi masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Kabupaten Bungo.
Malaria Hampir Tidak DitemukanDi tengah berbagai kenaikan tersebut, terdapat kabar menggembirakan.
Kasus malaria hampir tidak ditemukan lagi.
BPS mencatat hanya terdapat dua pasien pada 2021, turun menjadi satu pasien pada 2022, tidak ada kasus pada 2023, dan hanya satu pasien pada 2024.
Capaian ini menunjukkan pengendalian malaria di Kabupaten Bungo berjalan cukup baik.
Kelompok Penyakit Lain MendominasiMenariknya, kelompok "lainnya" justru menjadi penyumbang pasien terbesar.
Pada 2022 terdapat 6.859 pasien, meningkat menjadi 9.824 pasien pada 2023, dan kembali naik menjadi 10.962 pasien pada 2024.
Kategori ini mencakup berbagai jenis penyakit yang tidak dirinci dalam tabel, sehingga menjadi indikator bahwa spektrum layanan rumah sakit semakin luas. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com