Ustadz Ahmad Januarsyah

Enam Bulan, Satu Keyakinan: Kisah Ustadz Aan, The Rising Star Baznas Batang Hari yang Mengubah Lapangan Hijau Menjadi Gerakan Berbagi

Posted on 2026-07-03 16:29:29 dibaca 74 kali

MUARA BULIAN, bungopos.com - Tidak semua perubahan lahir dari nama-nama besar. Sebagian justru datang dari mereka yang ikhlas berdakwah, mengetuk hati orang per orang hingga akhirnya menggerakkan banyak tangan untuk berbagi.

Begitulah sosok Ustadz Ahmad Januarsyah, yang akrab disapa Ustadz Aan. Ketika bergabung sebagai Relawan Dakwah BAZNAS Kabupaten Batang Hari pada awal 2026, tidak banyak yang menduga bahwa pendatang baru ini akan menjadi salah satu wajah baru penggerak penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Dalam waktu yang relatif singkat—hanya enam bulan—ia berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp21.886.104, atau rata-rata Rp3.648.184 setiap bulan. Sebuah capaian yang bukan hanya mencerminkan angka, tetapi juga kepercayaan masyarakat yang tumbuh melalui pendekatan dakwah yang sederhana, jujur, dan menyentuh kehidupan sehari-hari.

Pencapaian itu membuat ia layak disebut sebagai Rising Star BAZNAS Kabupaten Batang Hari.

Namun, bagi Ustadz Aan, menghimpun ZIS tidak pernah sekadar berbicara tentang nominal. Baginya, yang lebih penting adalah menghadirkan kebiasaan berbagi sebagai bagian dari budaya masyarakat.

Karena itu, ia memilih jalan yang tidak biasa. Ia membentuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Majelis Taklim, mendekatkan gerakan infak kepada komunitas-komunitas pengajian. ''Hak amil dari pengumpulan ZIS tersebut akan dibuat untuk sekretariat UPZ Majelis Taklim itu,'' cetusnya meyakinkan.

Di sisi lain, kecintaannya pada sepak bola juga ia ubah menjadi ruang dakwah. Sebagai pelatih, ia mengajak para pemain menyisihkan sebagian rezeki mereka setiap kali latihan untuk disalurkan melalui BAZNAS. Lapangan hijau pun berubah menjadi tempat bertumbuhnya solidaritas sosial.

Di luar aktivitasnya sebagai relawan, Ustadz Aan adalah Penyuluh Agama di KUA Tembesi. Seusai menjalankan tugas kedinasan, ia kembali turun ke masyarakat, mengisi majelis, masjid, hingga ruang-ruang pertemuan warga untuk mengajak masyarakat memahami bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban ibadah, melainkan jalan membangun kepedulian dan memperkuat persaudaraan.

Mereka yang pernah mendengar ceramahnya hampir selalu mengingat satu hal: cara bicaranya yang lugas, vokal, dan apa adanya. Ia tidak berputar-putar dalam menyampaikan pesan. Dengan karakter khas masyarakat Melayu yang terbuka dan terus terang, Ustadz Aan mampu menyampaikan dakwah secara tegas, namun tetap hangat dan mudah diterima. Gaya komunikasi itulah yang membuat banyak orang percaya, lalu tergerak untuk ikut berkontribusi dalam menyalurkan ZIS melalui BAZNAS Batang Hari.

Dakwah yang ia sampaikan tak hanya di darat, juga sering di udara. Melalui berbagai kesempatan, ia diundang untuk mengisi siaran dakwah di RRI Jambi. Disini juga mungkin tempat ia menyampaikan pesan-pesan tentang pentingnya berbagi, kepedulian sosial, dan penguatan ekonomi umat melalui zakat.

Kisah Ustadz Aan membuktikan bahwa keberhasilan penghimpunan zakat tidak selalu dimulai dari strategi yang rumit. Terkadang, perubahan lahir dari keberanian mendatangi masyarakat, membangun kepercayaan, dan menghadirkan keteladanan dalam kehidupan sehari-hari.

Di tengah perjalanan yang baru dimulai, enam bulan pertama itu telah menjadi penanda bahwa semangat, kreativitas, dan ketulusan masih menjadi modal paling berharga dalam menggerakkan kebaikan. Dan bagi BAZNAS Kabupaten Batang Hari, hadirnya Ustadz Ahmad Januarsyah bukan sekadar menambah seorang relawan, tetapi menghadirkan energi baru yang memberi harapan bahwa gerakan zakat akan terus tumbuh, menjangkau lebih banyak hati, dan memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. (***)

Penulis: Arya Abisatya
Editor: Arya Abisatya
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com