LEBARAN YATIM : Kolaborasi Baznas-Kemenag Batang Hari santuni 800 yatim dan penyandang disabilitas
MUARA BULIAN, bungopos.com - Di sebuah pagi yang dipenuhi keberkahan Muharram, tawa kecil bercampur haru terdengar dari Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, Kamis (25/6/2026). Di ruangan itu, ratusan anak yatim dan penyandang disabilitas duduk berdampingan, menunggu dengan mata berbinar sebuah momen yang mungkin sederhana bagi sebagian orang, tetapi begitu berarti bagi mereka: merasakan bahwa mereka tidak sendiri.
Dalam rangkaian Peaceful Muharram 1448 Hijriah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari bersama BAZNAS Kabupaten Batang Hari menggelar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, sebuah gerakan kemanusiaan yang menghadirkan harapan sekaligus menguatkan ikatan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Lebih dari 800 anak yatim dan penyandang disabilitas di berbagai penjuru Kabupaten Batang Hari menerima santunan pada kegiatan yang dilaksanakan serentak secara nasional oleh Kementerian Agama Republik Indonesia setiap tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura.
Namun di balik angka-angka itu, tersimpan kisah tentang kasih sayang yang mengalir dari banyak hati. Ada tangan-tangan yang dengan tulus menyisihkan sebagian rezekinya. Ada para penyuluh yang menempuh perjalanan hingga pelosok kecamatan. Ada pula para relawan yang memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Sebanyak 465 penerima manfaat hadir langsung di aula kegiatan untuk menerima santunan, sementara sekitar 400 anak yatim dan difabel lainnya menerima bantuan melalui jaringan penyuluh agama dan elemen masyarakat di tingkat kecamatan.
Momentum tersebut menjadi bukti bahwa ketika kepedulian bertemu dengan kolaborasi, jarak dan keterbatasan bukan lagi penghalang untuk berbagi kebahagiaan.
Ketua Panitia sekaligus Kepala Seksi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, M. Nurhadi, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya tentang menyalurkan bantuan, tetapi juga menghadirkan rasa cinta dan perhatian kepada mereka yang sering kali menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
"Ini adalah bukti bahwa semangat berbagi masih hidup di tengah masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN Kementerian Agama Batang Hari yang dengan ikhlas menginfakkan sebagian rezekinya untuk membantu anak-anak yatim dan penyandang disabilitas," ujarnya.
Keberhasilan kegiatan tersebut, lanjut Nurhadi, merupakan hasil sinergi yang terjalin antara seluruh unit kerja Kementerian Agama, BAZNAS Kabupaten Batang Hari, para penyuluh agama, serta masyarakat yang turut ambil bagian dalam gerakan kebaikan ini.
Dukungan penuh juga datang dari Ketua BAZNAS Kabupaten Batang Hari, H. Muslim, S.Ag., M.Sy.. Ia menegaskan bahwa BAZNAS memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dalam setiap upaya membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Sebagai lembaga yang lahir dari semangat Kementerian Agama, sudah selayaknya BAZNAS mendukung penuh kegiatan-kegiatan kemanusiaan seperti ini. Semoga semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk berbagi dan membantu sesama," tuturnya.
Suasana menjadi semakin khidmat ketika seluruh peserta mengikuti arahan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.A., melalui sambungan virtual.
Di hadapan ribuan peserta dari seluruh Indonesia, Menteri Agama mengajak masyarakat untuk membangun akhlak mulia dan memperkuat penghormatan terhadap sesama manusia, terutama kepada penyandang disabilitas.
"Adik-adik semua, mari kita bersama-sama membangun akhlakul karimah. Jangan pernah memandang rendah teman-teman yang difabel, karena setiap manusia memiliki kemuliaan di hadapan Allah," pesan Menteri Agama.
Beliau juga mengingatkan makna mendalam Hari Asyura sebagai momentum spiritual yang mengajarkan nilai perjuangan, syukur, dan kepedulian sosial. Menurutnya, Muharram seharusnya menjadi bulan yang menggerakkan umat untuk lebih peka terhadap penderitaan sesama.
Harapan besar pun disampaikan agar Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas pada tahun-tahun mendatang dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan menjadi gerakan sosial yang semakin kuat.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Batang Hari, H. Zeifni Ishaq, M.H.I., menilai kegiatan tersebut sebagai cerminan nyata ajaran Islam yang tidak hanya berbicara tentang ibadah ritual, tetapi juga kepedulian sosial yang berkelanjutan.
Ia menekankan pentingnya optimalisasi pengelolaan zakat dan wakaf sebagai instrumen pemberdayaan umat.
"Kita terus berupaya agar setiap daerah dapat berkembang menjadi Kota Wakaf. Wakaf adalah amal yang luar biasa karena manfaatnya terus mengalir dan tidak akan pernah habis selama dikelola dengan baik," ungkapnya.
Ia juga mengingatkan peran strategis Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW) yang berada di garis terdepan dalam pelayanan masyarakat dan penguatan ekosistem zakat serta wakaf di daerah.
Ketika acara berakhir, sebagian anak-anak tampak menggenggam erat paket santunan yang mereka terima. Ada yang tersenyum malu-malu. Ada yang memeluk bingkisan itu seolah memeluk harapan baru.
Di wajah-wajah polos itu terpancar pesan yang begitu sederhana namun mendalam: bahwa kebahagiaan tidak selalu hadir dalam bentuk yang besar. Kadang ia datang melalui uluran tangan, perhatian yang tulus, dan keyakinan bahwa masih ada banyak orang yang peduli.
Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas di Batang Hari bukan sekadar agenda tahunan. Ia adalah pengingat bahwa di tengah dunia yang terus bergerak cepat, kemanusiaan masih memiliki tempat yang istimewa. Dan selama masih ada hati yang tergerak untuk berbagi, selalu ada harapan yang dapat tumbuh, bahkan dari mereka yang paling membutuhkan. (***)
Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi
E-Mail: bungoposonline@gmail.com