ILUSTRASI : Foto dialog pejabat negara di UGM

Mahasiswa UGM 'Semprot' Pejabat di Depan Publik, Program Pemerintah Jadi Sasaran Kritik Tajam

Posted on 2026-06-16 23:23:11 dibaca 60 kali

YOGYAKARTA, bungopos.com – Kampus kembali menunjukkan perannya sebagai ruang lahirnya kritik dan gagasan perubahan. Suasana diskusi publik di Universitas Gadjah Mada (UGM) yang semula berlangsung akademis berubah menjadi forum yang penuh dinamika ketika mahasiswa menyampaikan berbagai kritik tajam terhadap sejumlah persoalan sosial, ekonomi, dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kebutuhan masyarakat.

Dalam forum yang dihadiri oleh Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Pertanian Sudaryono tersebut, mahasiswa menyuarakan keresahan yang selama ini dirasakan masyarakat di berbagai daerah.

Mereka menyoroti beragam persoalan yang dianggap semakin membebani kehidupan rakyat, mulai dari konflik agraria yang belum terselesaikan, akses pendidikan yang belum merata, layanan kesehatan yang masih menghadapi berbagai tantangan, hingga persoalan kesejahteraan masyarakat dan kenaikan harga kebutuhan pokok yang terus menjadi keluhan banyak keluarga Indonesia.

Bagi mahasiswa, berbagai persoalan tersebut bukan sekadar data statistik, melainkan realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Karena itu, mereka menilai pemerintah perlu memberikan perhatian yang lebih serius dan menghadirkan solusi yang konkret serta berkelanjutan.

Salah satu program yang menjadi sorotan dalam diskusi tersebut adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang selama ini menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Mahasiswa mempertanyakan sejauh mana efektivitas program-program yang menyerap anggaran besar negara dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan secara terbuka, mahasiswa menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan melalui manfaat yang benar-benar dirasakan rakyat. Mereka mengingatkan bahwa kebijakan publik tidak cukup hanya berhasil secara administratif, tetapi juga harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara substantif.

Momentum paling menarik terjadi ketika suasana diskusi mulai memanas. Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko secara terbuka mempersilakan mahasiswa menyampaikan kritik secara langsung kepada para pejabat yang hadir.

"Silakan kritik kami di sini, jangan di media sosial," ujar Budiman di hadapan peserta diskusi.

Pernyataan tersebut langsung memancing respons kritis dari mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai pandangan, pertanyaan, dan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.

Meski berlangsung dengan tensi yang cukup tinggi, diskusi tersebut mencerminkan tradisi akademik yang sehat, di mana ruang dialog tetap terbuka antara pemerintah dan kalangan kampus. Perbedaan pandangan yang muncul menunjukkan bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa sebagai agen perubahan sosial.

Pengamat menilai bahwa kritik yang disampaikan mahasiswa merupakan bagian penting dari proses evaluasi kebijakan publik. Kehadiran mahasiswa sebagai kelompok intelektual muda diharapkan tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga menjadi mitra kritis yang mampu menawarkan gagasan dan solusi bagi pembangunan bangsa.

Forum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kampus tidak pernah kehilangan perannya sebagai penjaga nurani publik. Di tengah berbagai tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat, suara mahasiswa tetap menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan sesuai dengan cita-cita keadilan sosial dan kesejahteraan rakyat.

Diskusi di UGM itu menunjukkan bahwa kritik bukanlah bentuk perlawanan terhadap negara, melainkan wujud kepedulian terhadap masa depan bangsa. Ketika mahasiswa berbicara, sesungguhnya yang sedang diperjuangkan adalah harapan agar setiap kebijakan negara semakin dekat dengan kebutuhan rakyat yang sesungguhnya. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: NU Online
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com