Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jambi, Yusnaini

Jangan Pakai Tanggal Lahir! Ketua FJPI Jambi Ungkap Rahasia Password yang Sulit Dibobol

Posted on 2026-06-16 17:20:19 dibaca 252 kali

JAMBI, Bungopos.com - Masih banyak pengguna media digital yang tidak menyadari bahwa password yang mereka gunakan tergolong lemah dan mudah dibobol. 

Kondisi ini berpotensi membuat akun diretas hingga diambil alih oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Hal tersebut disampaikan Ketua Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jambi, Yusnaini, saat menjadi narasumber dalam seminar bertajuk Jadi Gen Z yang Aman Bermedia Digital di Wiltop Hotel Jambi, Senin (15/6/2026).

“Banyak pemilik akun tidak sadar bahwa password yang mereka gunakan sangat lemah,” kata Yusnaini di hadapan para finalis Jambi Ekspres Science Olympiad yang didominasi generasi Z.

Menurut dia, penggunaan password yang lemah dapat membuka peluang terjadinya berbagai kejahatan digital. Tidak hanya peretasan akun, tetapi juga pencurian data pribadi hingga penipuan daring.

Yusnaini menjelaskan, langkah pertama untuk menciptakan password yang kuat adalah menggunakan kombinasi karakter yang cukup panjang, yakni sekitar 12 hingga 16 karakter.

“Semakin panjang password yang digunakan, semakin sulit pula untuk dibobol,” ujarnya.

Selain itu, password juga sebaiknya memadukan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol agar tingkat keamanannya lebih tinggi.

Ia mengingatkan pengguna untuk tidak menggunakan data pribadi sebagai password, seperti tanggal lahir, nama sendiri, atau nomor telepon.

“Jangan pernah menggunakan data pribadi untuk password. Itu sangat berbahaya karena mudah ditebak,” katanya.

Yusnaini juga menyarankan agar setiap akun memiliki password yang berbeda. Misalnya, password untuk media sosial tidak digunakan untuk akun perbankan atau layanan digital lainnya.

Meski demikian, penggunaan password yang berbeda untuk banyak akun sering kali membuat pengguna kesulitan mengingatnya.

Sebagai solusi, ia menyarankan penggunaan frasa atau kalimat unik yang mudah diingat, namun tetap memiliki kombinasi karakter yang kuat.

Untuk mengetahui tingkat keamanan password, pengguna dapat memanfaatkan berbagai aplikasi atau situs manajemen password yang tersedia secara daring.

“Nanti akan terlihat seberapa kuat password yang digunakan. Ada yang bisa dibobol dalam hitungan detik, menit, bahkan membutuhkan waktu sangat lama,” ujarnya.

Beberapa layanan yang dapat digunakan antara lain Have I Been Pwned, Bitwarden, 1Password, dan KeePassXC.

Selain membuat password yang kuat, Yusnaini menekankan pentingnya mengaktifkan verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA).

Fitur ini memberikan lapisan keamanan tambahan melalui kode verifikasi yang dikirim melalui SMS atau aplikasi autentikator.

Menurut dia, ancaman di ruang digital terus berkembang dan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Karena itu, perlindungan akun pribadi harus menjadi perhatian utama setiap pengguna internet.

“Ancaman media digital bisa datang dalam berbagai bentuk. Dari password yang dibobol, bisa merembet menjadi penipuan, pencurian data pribadi, pelecehan, hingga berbagai kejahatan digital lainnya. Kuncinya adalah mengamankan akun pribadi kita, dimulai dari password yang kuat,” kata Yusnaini.(*)

Penulis: Linnaliska
Editor: Linnaliska
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com