SEPI : Para jamaah haji mulai meninggal Mina menuju Makkah

Mina Kembali Sunyi, Ribuan Jamaah Haji Pulang ke Makkah dengan Cahaya Ilahi

Posted on 2026-05-31 06:23:35 dibaca 179 kali

MAKKAH, bungopos.com - Langit Mina perlahan kembali tenang. Lautan manusia yang selama beberapa hari memenuhi lembah bersejarah itu mulai surut, meninggalkan jejak-jejak pengabdian, doa, dan pengorbanan yang menjadi inti perjalanan spiritual jutaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia.

Sabtu, 30 Mei 2026 atau bertepatan dengan 13 Dzulhijjah 1447 Hijriah, menjadi penanda berakhirnya salah satu fase paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Dari Mina, tempat jutaan jemaah menuntaskan lontar jumrah, kabar menggembirakan datang bagi Indonesia. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.

Di tengah aktivitas terakhir pergerakan jemaah, Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, hadir langsung menyaksikan berakhirnya fase yang dikenal sebagai Armuzna—Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sebuah fase yang selalu menjadi ujian terbesar dalam operasional haji sekaligus puncak perjalanan ruhani setiap tamu Allah.

"Hari ini adalah keberangkatan jemaah haji yang melakukan Nafar Tsani. Ini merupakan rombongan terakhir. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah tuntas," ujarnya.

Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi di baliknya tersimpan kerja kolosal yang melibatkan ribuan petugas dan ratusan ribu jemaah Indonesia. Per pukul 15.00 Waktu Arab Saudi, seluruh tenda jemaah Indonesia di Mina dinyatakan kosong. Tidak ada lagi jemaah yang tertinggal.

Mina telah lengang.

Namun bagi para penyelenggara haji, tugas belum berakhir.

Menjaga Amanah di Tengah Lautan Manusia

Armuzna bukan sekadar rangkaian ritual. Ia adalah ujian manajemen, ketahanan fisik, kedisiplinan, dan solidaritas. Di tengah suhu ekstrem, kepadatan manusia, serta dinamika mobilitas yang sangat tinggi, keberhasilan memindahkan ratusan ribu jemaah dari satu titik ke titik lainnya merupakan pekerjaan yang menuntut presisi luar biasa.

Tahun ini, menurut Wamenhaj, terdapat sejumlah kemajuan penting dalam tata kelola dan layanan haji Indonesia. Berbagai inovasi pelayanan, pola koordinasi baru, serta penguatan sistem pendampingan jemaah menjadi bagian dari upaya transformasi penyelenggaraan haji yang terus diperbaiki dari tahun ke tahun.

"Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan," ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi cerminan bahwa pelayanan haji tidak pernah berhenti pada pencapaian semata. Di balik keberhasilan selalu ada ruang untuk belajar dan memperbaiki diri.

Kerendahan Hati untuk Mengakui Kekurangan

Di tengah suasana syukur atas selesainya Armuzna, yang menarik justru bukan klaim keberhasilan semata, melainkan keberanian untuk melakukan refleksi.

Dahnil secara terbuka mengakui masih adanya berbagai catatan yang perlu dievaluasi. Mulai dari pelayanan di tenda Arafah dan Mina hingga tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik bukanlah pelayanan yang menganggap dirinya sempurna, melainkan yang bersedia mendengar kritik dan menjadikannya bahan perbaikan.

"Kami atas nama Kementerian Haji dan Umrah memohon maaf. Selama puncak Armuzna tentu ada beberapa catatan, ada beberapa kesalahan, ada beberapa kekhilafan. Semua kekurangan itu menjadi tanggung jawab kami," tuturnya.

Di tengah era ketika banyak institusi lebih sibuk mempertahankan citra, pengakuan atas kekurangan justru menghadirkan pesan yang kuat tentang akuntabilitas dan ketulusan dalam melayani.

Jemaah yang Tertib, Petugas yang Mengabdi

Keberhasilan Armuzna tidak hanya lahir dari sistem dan kebijakan. Ia juga bertumpu pada kedisiplinan para jemaah serta pengabdian petugas yang bekerja tanpa mengenal waktu.

Di bawah terik matahari Mina, para petugas bergerak memastikan kebutuhan jemaah terpenuhi. Mereka mendampingi yang tersesat, membantu yang kelelahan, mengatur mobilitas, hingga memastikan setiap kelompok dapat menjalankan ibadah dengan aman.

Wamenhaj pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat.

"Terima kasih untuk jemaah-jemaah yang sudah sangat tertib. Terima kasih juga kepada seluruh petugas yang mendedikasikan dirinya di Mina. Mudah-mudahan semua upaya kita diridai oleh Allah SWT," katanya.

Penghargaan itu terasa begitu bermakna. Sebab di balik setiap perjalanan haji yang lancar, selalu ada tangan-tangan yang bekerja dalam diam dan hati-hati yang ikhlas melayani.

Menuju Tanah Air dengan Haji yang Mabrur

Kini, setelah Armuzna tuntas, perjalanan haji memasuki babak baru: fase pemulangan. Sebuah fase yang mungkin terlihat lebih ringan, tetapi tetap membutuhkan perhatian serius.

Para jemaah masih harus menjaga kesehatan, mengatur aktivitas, dan mempersiapkan diri untuk kembali ke Indonesia. Sementara para petugas dituntut tetap menjaga semangat pelayanan hingga jemaah terakhir meninggalkan Tanah Suci.

Pesan Wamenhaj sederhana namun sarat makna: tetap tertib, tetap menjaga kesehatan, dan tidak berlebihan dalam beraktivitas.

Sebab sejatinya, puncak haji bukan hanya ketika berdiri di Arafah atau melempar jumrah di Mina. Puncak haji adalah ketika seluruh pengalaman spiritual itu pulang bersama jemaah ke kampung halaman, menjelma menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih bermanfaat bagi sesama.

Mina mungkin telah kosong. Tenda-tenda mungkin telah dilipat. Namun nilai-nilai yang lahir dari Armuzna akan terus hidup dalam hati para tamu Allah.

Dan ketika pesawat-pesawat mulai membawa mereka kembali ke Tanah Air, Indonesia tidak hanya menyambut kepulangan para jemaah haji, tetapi juga menyambut ribuan kisah tentang kesabaran, pengorbanan, dan cinta kepada Sang Pencipta yang telah ditempa di padang Arafah, lorong-lorong Muzdalifah, dan lembah Mina yang penuh berkah. (***)

Editor: Arya Abisatya
Sumber: https://haji.go.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com