ILUSTRASI : Nyeri punggung yang dialami sangat berbahaya

Sering Nyeri Punggung ? Ini Cara Mengatasinya

Posted on 2026-01-20 14:14:15 dibaca 33 kali

YOGYAKARTA, bungopos.com - Perubahan pola kerja seusai pandemi Covid-19 telah memicu peningkatan kasus nyeri punggung bawah pada kelompok usia produktif 20-40 tahun. Para ahli yang tergabung dalam ”Low Back Pain Collaborators” di jurnal The Lancet pada 2023 menyebutkan, Low Back Pain (LBP) atau nyeri punggung bawah telah memengaruhi 619 juta orang di seluruh dunia. Diperkirakan jumlah kasus masih akan meningkat menjadi 843 juta kasus pada tahun 2050.

Merespons perubahan gaya hidup sedentari arau kurang aktif bergerak ini, Dokter spesialis Neurologi Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, dr. Yoga Rossi Widya Utama, Sp.N menyampaikan langkah-langkah yang dapat membantu mencegah gangguan semakin parah atau jika terdapat indikasi munculnya gejala.

Yoga menyebutkan penyebab utama nyeri punggung bawah akibat rendahnya intensitas olahraga, atau kebiasaan pola olahraga yang kurang tepat. “Nyeri punggung ini disebabkan oleh posisi tubuh yang sama terus menerus, seperti duduk atau berdiri terus menerus. Apalagi ketika tubuh tidak banyak bergerak, terutama karena kurang olahraga,” katanya, Selasa (20/1)

Dikatakan Yoga, kasus nyeri punggung bawah meningkat pada kelompok usia produktif di rentang 20-40 tahun karena perubahan pola kerja. Padatnya aktivitas di dalam ruangan, termasuk pertemuan-pertemuan dalam jaringan menjadikan pola hidup sedentari umum dimiliki oleh para pekerja. “Akibatnya, otot, sendi, dan tulang punggung bawah rawan mengalami nyeri,” paparnya.

Selain kurang aktif bergerak, Yoga menuturkan beberapa penyebab lain meliputi postur tubuh yang buruk dan menetap, seperti gerakan berulang, duduk, berdiri, dan aktivitas berat dengan teknik maupun posisi yang salah, terutama dalam waktu lama. “Nyeri punggung bawah dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang dilakukan. Misal, apakah akan kena ke otot, sendi, atau tulang,” jelasnya.

Menurutnya nyeri punggung bawah ini juga bisa menyerang otot, sendi, atau tulang, tergantung dari bagian tubuh mana yang paling sering dipakai oleh seseorang. Akan tetapi, bagian yang paling acap terkena adalah otot punggung bawah akibat kebiasaan duduk lama seperti yang dialami oleh kebanyakan orang.

Beberapa arahan yang diberikan untuk menghindarkan diri dari nyeri punggung bawah dini, dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti menjaga postur tubuh dan melakukan peregangan. Ia sangat menyarankan penerapan kursi dan meja ergonomis yang mendukung lekuk alami tulang belakang. Selanjutnya, Yoga juga menyarankan beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan kapan saja, seperti berjalan kaki, latihan otot ringan, dan berenang yang dilakukan secara intens, rutin, dan dengan teknik yang tepat agar tidak membebani punggung bawah. “Selain itu, tidur nyenyak yang cukup dan asupan makanan juga perlu diperhatikan sebagai fondasi dasar untuk membangun kesehatan tubuh,” ungkapnya.

Umumnya, gejala kasus nyeri punggung bawah ini dapat dikenali seperti munculnya nyeri tumpul atau tajam di area punggung bawah, kesulitan untuk berdiri tegak atau duduk dalam waktu lama, hingga rasa nyeri yang menjalar ke kaki. Apabila terkena dengan gejala tersebut, ia menganjurkan dua langkah utama kepada pasien, yakni istirahat cukup dan mengompres punggung bawah dengan air hangat atau dingin. “Istirahat dengan durasi panjang justru dapat memperparah gejala, terlebih saat kasur terlalu empuk karena tidak menjaga lekuk alami tulang. Apabila gejala masih belum hilang, maka pasien dapat mengonsumsi obat pereda nyeri atau melakukan fisioterapi dengan ahli terapi dan berdasarkan hasil konsultasi dengan dokter,” pungkasnya. (***)

Editor: arya abisatya
Sumber: https://ugm.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com