ilustasi perempuan yang terkena penyakit kusta

15 Ribu Kasus Baru Per Tahun, Ini Cara Sederhana Deteksi Kusta

Posted on 2026-01-12 22:16:32 dibaca 235 kali

INDONESIA menempati peringkat ketiga di dunia dengan jumlah kasus penderita penyakit kusta (Lepra) terbanyak setelah India dan Brasil. Namun begitu, di kalangan masyarakat, penyakit kusta sudah dianggap sebagai penyakit kuno sehingga sering diabaikan gejalanya. Stigma sosial masyarakat terkait penyakit kusta membuat penderita tidak berani menyembunyikan penyakitnya sehingga terlambat berobat. Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan RI tahun 2023 menunjukkan ditemukan sekitar hampir 15.000 kasus baru kusta. Di Indonesia, prevalensi kusta tercatat sebesar 0,63 kasus per 10.000 populasi, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan beban kasus kusta tertinggi di dunia

Guru Besar Departemen Dermatologi dan Venereologi FK-KMK UGM Prof. Dr. dr. Hardyanto Soebono, Sp.KK(K)., menyampaikan bahwa penyakit kusta termasuk dalam penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Kusta merupakan penyakit kronis menahun yang apabila tidak diobati sedari awal dapat menyebabkan cacat permanen di stadium terminal.  Angka prevalensi penyakit kusta pada beberapa daerah masih tinggi seperti Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua. Menurutnya, di DI Yogyakarta sendiri memiliki angka prevalensi paling rendah, tetapi hingga saat ini masih ditemukan penyakitnya. “Setiap bulan saya mendapat pasien baru, artinya penularan penyakit itu masih terjadi terus di masyarakat,” ucapnya, Senin (12/1) di Kampus UGM.

Menurut Hardyanto, beberapa hal perlu diperhatikan untuk mengurangi penularan penyakit di kalangan masyarakat yaitu edukasi yang harus terus dilakukan terutama pada daerah indeks tinggi. Kemudian masyarakat dapat melakukan deteksi dini untuk segala jenis penyakit agar dapat segera diobati. Persediaan obat juga harus terus ada dan merata di seluruh daerah. Namun begitu, ia mengimbau  masyarakat untuk menghilangkan stigma sosial yang menjadi salah satu penghambat pengobatan para penderita.

Hardiyanto menyatakan bahwa penyakit kusta seratus persen dapat disembuhkan apabila belum mengalami cacat permanen. Karena bentuknya yang bisa menyerupai penyakit kulit lain, gejala utama penyakit ini ditandai dengan kulit yang mati rasa. Ia mencontohkan deteksi dini yang paling mudah dengan menggunakan kapas yang dipilin. “Test paling gampang dengan menggunakan kapas yang dipilin, dirasakan pada bagian bercak dan sekitarnya terasa atau tidak, jika iya ada kemungkinan terindikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut dengan penyakit kusta karena kusta termasuk dalam penyakit menular yang paling lemah. Masyarakat harus cepat menyadari adanya penyakit kulit dan harus segera dikonsultasikan. “Pemerintah harus lebih memberikan perhatian terhadap pemberantasan penyakit kusta, dengan diberlakukan kembali wakil supervisor (wasor) untuk pemeriksaan pasien,” pungkasnya. (***)

Editor: arya abisatya
Sumber: https://ugm.ac.id/
Copyright 2023 Bungopos.com

Alamat: Graha Pena Jambi Ekspres,
Jl. Kapt. Pattimura No. 35 KM. 08
Kenali Besar, Kec. Alam Barajo, Kota Jambi

Telpon: -

E-Mail: bungoposonline@gmail.com